<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blog Dian Herlinawati &#187; kartu ucapan valentine</title>
	<atom:link href="http://dianherlinawati.com/tag/kartu-ucapan-valentine/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dianherlinawati.com</link>
	<description>Blog as media learn</description>
	<lastBuildDate>Sun, 12 Jun 2011 05:53:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Sejarah Hari Valentine</title>
		<link>http://dianherlinawati.com/2009/02/12/sejarah-hari-valentine/</link>
		<comments>http://dianherlinawati.com/2009/02/12/sejarah-hari-valentine/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Feb 2009 14:40:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Celoteh Dian]]></category>
		<category><![CDATA[hari valentine]]></category>
		<category><![CDATA[kartu ucapan valentine]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah valentine]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dianherlinawati.com/?p=262</guid>
		<description><![CDATA[Valentine day… dah padahafal kan ya maksudnya hari apa…? tanggal berapa&#8230;? ngasih hadiah apa&#8230;? hehe… Tapi pada tau gak sich sejarahnya jaman dahulu kala ada istilah yang namanya Valentine Day? Okey gini aja, ini ada beberapa versi sejarah hari valentine: Pertama Yang paling populer memang kisah dari Santo Valentinus yang diyakini hidup pada masa Kaisar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_266" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-266" title="kartu-ucapan-hari-valentine" src="http://dianherlinawati.com/wp-content/uploads/2009/02/kartu-ucapan-hari-valentine-300x225.jpg" alt="Kartu Ucapan Hari Valentine" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Kartu Ucapan Hari Valentine</p></div>
<p style="text-align: justify;">Valentine day… dah padahafal kan ya maksudnya hari apa…? tanggal berapa&#8230;? ngasih hadiah apa&#8230;? hehe… Tapi pada tau gak sich sejarahnya jaman dahulu kala ada istilah yang namanya Valentine Day?<br />
Okey gini aja, ini ada beberapa versi sejarah hari valentine:</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-262"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pertama</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Yang paling populer memang kisah dari Santo Valentinus yang diyakini hidup pada masa Kaisar Claudius II yang kemudian menemui ajal pada tanggal 14 Februari 269 M. Namun ini pun ada beberapa versi.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat ini sekurangnya ada tiga nama Valentine yang meninggal pada 14 Februari.<br />
Seorang di antaranya dilukiskan sebagai orang yang mati pada masa Romawi. Namun ini pun tidak pernah ada penjelasan yang detil siapa sesungguhnya St. Valentine termaksud, juga dengan kisahnya yang tidak pernah diketahui ujung-pangkalnya karena tiap sumber mengisahkan cerita yang berbeda. Yang jelas dan tidak memiliki silang pendapat adalah kalau kita menelisik lebih jauh lagi ke dalam tradisi paganisme (dewa-dewi) Romawi Kuno, sesuatu yang dipenuhi dengan legenda, mitos, dan penyembahan berhala.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut versi pertama, Kaisar Claudius II yang memerintahkan Kerajaan Roma berang dan memerintahkan agar menangkap dan memenjarakan Santo Valentine karena ia dengan berani menyatakan Tuhannya adalah Isa Al-Masih, sembari menolak menyembah tuhan-tuhannya orang Romawi. Orang-orang yang bersimpati pada Santo Valentine lalu menulis surat dan menaruhnya di terali penjaranya.</p>
<p style="text-align: justify;">Versi kedua menceritakan, Kaisar Claudius II menganggap tentara muda<br />
bujangan lebih tabah dan kuat di dalam medan peperangan daripada orang yang menikah. Sebab itu kaisar lalu melarang para pemuda yang menjadi tentara untuk menikah. Tindakan kaisar ini diam-diam mendapat tentangan dari Santo Valentine dan ia secara diam-diam pula menikahkan banyak pemuda hingga ia ketahuan dan ditangkap. Kaisar Cladius memutuskan hukuman gantung bagi Santo Valentine. Eksekusi dilakukan pada tanggal 14 Februari 269 M.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut pandangan tradisi Roma Kuno, pertengahan bulan Februari memang sudah dikenal sebagai periode cinta dan kesuburan. Dalam tarikh kalender Athena kuno, periode antara pertengahan Januari dengan pertengahan Februari disebut sebagai bulan Gamelion, yang dipersembahkan kepada pernikahan suci Dewa Zeus dan Hera.</p>
<p style="text-align: justify;">Di Roma kuno, 15 Februari dikenal sebagai hari raya Lupercalia, yang merujuk kepada nama salah satu dewa bernama Lupercus, sang dewa kesuburan. Dewa ini digambarkan sebagai laki-laki yang setengah telanjang dan berpakaian kulit kambing.</p>
<p style="text-align: justify;">Di zaman Roma Kuno, para pendeta tiap tanggal 15 Februari akan melakukan ritual penyembahan kepada Dewa Lupercus dengan mempersembahkan korban berupa kambing kepada sang dewa.<br />
Setelah itu mereka minum anggur dan akan lari-lari di jalan-jalan dalam<br />
kota Roma sambil membawa potongan-potongan kulit domba dan menyentuh siapa pun yang mereka jumpai. Para perempuan muda akan berebut untuk disentuh kulit kambing itu karena mereka percaya bahwa sentuhan kulit kambing tersebut akan bisa mendatangkan kesuburan dan menambahkan kecantikan mereka. Sesuatu yang sangat dibanggakan di Roma kala itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika agama Kristen Katolik masuk Roma, mereka mengadopsi upacara<br />
paganisme (berhala) ini dan mewarnainya dengan nuansa Kristiani. Antara lain mereka mengganti nama-nama gadis dengan nama-nama Paus atau Pastor. Di antara pendukungnya adalah Kaisar Konstantine dan Paus Gregory I.</p>
<p style="text-align: justify;">Agar lebih mendekatkan lagi pada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi Hari Perayaan Gereja dengan nama Saint Valentine’s Day untuk menghormati Santo Valentine yang kebetulan meninggal pada tanggal 14 Februari.Dulu kala, di Benua Eropa, hiduplah seorang uskup yang bernama Valentinus. Ia dilahirkan pada tanggal 14 Februari. Semasa hidupnya, ia senang sekali membuat kerajinan tangan berbentuk hati, dengan tulisan ,&#8221;Yesus mengasihi-mu&#8221;. Ia terus menerus membuat kerajinan tangan ini dan membagi-bagikannya kepada orang2 yang dijumpainya. Orang2 yang menerima kerajinan tangannya merasa senang, terutama dari kalangan orang miskin mereka merasa diperhatikan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kedua</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Dulu kala, di Benua Eropa, hiduplah seorang uskup yang bernama Valentinus. Ia dilahirkan pada tanggal 14 Februari. Semasa hidupnya, ia senang sekali membuat kerajinan tangan berbentuk hati, dengan tulisan ,&#8221;Yesus mengasihi-mu&#8221;. Ia terus menerus membuat kerajinan tangan ini dan membagi-bagikannya kepada orang2 yang dijumpainya. Orang2 yang menerima kerajinan tangannya merasa senang, terutama dari kalangan orang miskin mereka merasa diperhatikan.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada masa itu, kekristenan sedang ditindas, para uskup dan pendeta2 ditangkap dan dimasukan ke penjara, termasuk Uskup Valentinus ini. Tetapi, walaupun sudah dipenjara, hobbynya membuat hati tetap saja dilanjutkan. Kali ini ia membagikannya kepada orang2 yang ada dipenjara itu. Tentu saja orang2 itu terkejut dan merasa terharu karena masih ada orang yang memperhatikan dan mengasihi mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Hari berganti hari, bulan berganti bulan, dan tahun berganti tahun. Karena usianya yang sudah lanjut, akhirnya Uskup Valentinus meninggal dunia di penjara. Orang2 yang dekat dengannya semasa di penjara merasa amat kehilangan, karena Uskup Valentinus begitu baik dan penuh kasih terhadap mereka. Akhirnya, untuk mengenang jasa Uskup Valentinus, mereka sepakat untuk meneruskan hobby Uskup Valentinus membagikan kerajinan tangan berbentuk hati kepada orang lain.</p>
<p style="text-align: justify;">Hal ini terus berlangsung sampai orang2 tersebut keluar dari penjara. Lalu terdengarlah kabar ini sampai kepada raja yang memerintah saat itu, dan akhirnya ditetapkanlah tanggal 14 Februari sebagai hari kasih sayang atau Valentine days. Dimana tanggal 14 Februari diperingati sebagai tanggal lahir Uskup Valentinus dan Valentine diambil dari nama Uskup Valentinus.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Ketiga</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Didalam artikel Ken Sweiger yang berjudul &#8220;Should Biblical Christians Observe It?&#8221; mengatakan kata &#8220;Valentine&#8221; berasal dari Latin yang berarti : &#8220;Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat dan Yang Maha Kuasa&#8221;. Kata ini ditujukan kepada Nimrod dan Lupercus, tuhan orang Romawi. Maka disadari atau tidak, -tulis Ken Sweiger- jika kita meminta orang menjadi &#8220;to be my Valentine&#8221;, hal itu berarti melakukan perbuatan yang dimurkai Tuhan (karena memintanya menjadi &#8220;Sang Maha Kuasa&#8221;) dan menghidupkan budaya pemujaan kepada berhala. Adapun Cupid (berarti: the desire), si bayi bersayap dengan panah adalah putra Nimrod &#8220;the hunter&#8221; dewa Matahari. Disebut tuhan Cinta, karena ia rupawan sehingga diburu wanita bahkan ia pun berzina dengan ibunya sendiri!</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Terus tentang kebiasaan muda-mudi pada ngirim kartu ucapan, gini ceritanya:</em></p>
<p style="text-align: justify;">Kebiasaan mengirim kartu Valentine itu sendiri tidak ada kaitan langsung dengan St. Valentine. Pada 1415 M ketika the Duke of Orleans dipenjara di Tower of London, pada perayaan hari gereja mengenang St.Valentine 14 Februari, ia mengirim puisi kepada istrinya di Perancis. Kemudian Geoffrey Chaucer, penyair Inggris mengkaitkannya dengan musim kawin burung dalam puisinya (lihat: The Encyclopedia Britannica, Vol.12 hal.242 , The World Book Encyclopedia, 1998).</p>
<p style="text-align: justify;">
<h3 style="text-align: justify;"><em>Happy Valentine Day</em></h3>
<p><strong></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dianherlinawati.com/2009/02/12/sejarah-hari-valentine/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

