<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blog Dian Herlinawati &#187; chairil Anwar</title>
	<atom:link href="http://dianherlinawati.com/tag/chairil-anwar/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dianherlinawati.com</link>
	<description>Blog as media learn</description>
	<lastBuildDate>Sun, 12 Jun 2011 05:53:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Sastrawan  yang Telah Terlupakan</title>
		<link>http://dianherlinawati.com/2010/05/09/sastrawan-yang-telah-terlupakan/</link>
		<comments>http://dianherlinawati.com/2010/05/09/sastrawan-yang-telah-terlupakan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 May 2010 11:07:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[chairil Anwar]]></category>
		<category><![CDATA[sastrawan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dianherlinawati.com/?p=539</guid>
		<description><![CDATA[Seiring berkembangnya zaman, terlupakan pula sosok para sastrawan. Hal ini disebabkan karena para pelajar maupun non pelajar yang tak ingin mengenal para sastrawan. Mereka hanya mengetahui hasil – hasil dari berbagai karangannya tersebut. Karangan yang mereka anggap sebagai dorongan untuk memajukan semangat generasi untuk maju, namun di sisi lain mereka hanya ingin meniru hasil karya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seiring berkembangnya zaman, terlupakan pula sosok para sastrawan. Hal  ini disebabkan karena para pelajar maupun non pelajar yang tak ingin mengenal para sastrawan. Mereka hanya mengetahui hasil – hasil dari berbagai karangannya tersebut. Karangan yang mereka anggap sebagai dorongan untuk memajukan semangat generasi untuk maju, namun di sisi lain mereka hanya ingin meniru hasil karya yang telah dikenal. Misalnya puisi chairil anwar yang berjudul ‘AKU’. Dalam bait – bait  karangan tersebut menggambarkan sosok Chairil Anwar yang berhubungan dengan kematian. Memang banyak dari bait karangannya yang menyangkut tentang kematian. Bahkan tentang cinta dan religi hanya sebagian kecil yang mampu diciptakan. Sebagai seorang sastra yang terkenal dan telah banyak penggemarnya, Chairil Anwar hanyalah salah satu sastrawan yang dikagumi. <span id="more-539"></span>Namun, para pelajar dapat mendalami sosok para sastrawan melalui berbagai buku bacaan khusus dari pengarang atau penyair. Seiring berkembangnya teknologi, para pelajar mampu untuk mencari di internet. Mereka bisa memanfaatkan teknologi yang lebih canggih. Namun, kenapa tetap tak ada respon tentang para sastrawan? Mereka terlupakan, mereka tersingkirkan. Sedangkan para pelajar hanya mampu menikmati hasil dan mencontoh hasilnya saja. Seakan – akan mereka tak menyadari bahwa sastrawan adalah bagian dari pencipta materi sastra. Para sastrawan tak menyengaja untuk menjadikan dirinya ahli sastra, namun karena daya pikir dan kemampuannya yang berpengalaman sehingga menjadikannya ahli dalam bidang sastra. Pemikiran yang membuahkan hasil itu yang patut kita contoh. Hal yang mula – mula tak diinginkan kini menjadi suatu kesuksesan dan hidup yang lebih menyenangkan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dianherlinawati.com/2010/05/09/sastrawan-yang-telah-terlupakan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

