<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Kegiatan nyontek di kelas</title>
	<atom:link href="http://dianherlinawati.com/2008/10/05/kegiatan-nyontek-di-kelas/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dianherlinawati.com/2008/10/05/kegiatan-nyontek-di-kelas/</link>
	<description>Blog as media learn</description>
	<lastBuildDate>Thu, 17 May 2012 04:31:10 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
	<item>
		<title>By: surromenggala</title>
		<link>http://dianherlinawati.com/2008/10/05/kegiatan-nyontek-di-kelas/comment-page-1/#comment-11608</link>
		<dc:creator>surromenggala</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Oct 2011 22:13:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dianherlinawati.co.cc/?p=38#comment-11608</guid>
		<description>Saya mengajar di Sekolah Internasional selama 10 tahun. Murid2nya semua anak expatriate. Guru2nya juga asing cuma saya orang Indonesia mengajar Indonesian Studies. Ketika saya pertama kali berikan mereka ujian saya suruh duduknya berjauhan tapi mereka jawab: Untuk apa? Ok lah duduk di tempat masing2. Anehnya mereka samasekali tidak mau lirik kiri kanan lihat pekerjaan temannya alias nyontek. Seorang anak menyerahkan kertas ujiannya. Tapi ketika saya periksa masih banyak yang tidak dijawab. Saya katakan kenapa banyak yang masih kosong? Dia jawab, &quot;Saya tidak bisa&quot;. Coba usahakan dijawab yang masih kosong. Saya berikan kembali kertas ujian tsb. dan saya perhatikan anak itu samasekali tidak berusaha melihat kiri kanan padahal dekat sekali. Saya tahu dia berfikir keras untuk bisa menjawab ujian tsb. Selang beberapa waktu dia berikan lagi kertas ujiannya. Lo masih banyak yang kosong? Dia jawab tidak bisa pak. Rupanya nyontek seperti haram baginya. Begitupun dicontek adalah dianggap pencurian alias haram dan akan sangat marah. Baginya lebih baik tidak lulus daripada nyontek. Raport sekolah asing ada dua kolom yaitu &quot;academic grade&quot; dan &quot;effort grade&quot;. Saya berikan effort gradenya tinggi dan academic grade sesuai nilai dia.
Susah juga menghilangkan nyontek karena ini multidimensi. Tapi kalau tidak bisa hilang pasti akan tereflesikan terus nanti kalau anak-anak sudah besar &quot;KORUPSI&quot; alias mencuri. Guru2nya, muridnya, mentalnya, manusia sekelilingnya, atmosphirnya, agamanya (kalau percaya lu) banyak yang beragama tapi hanya KTP. Saya tidak tahu solusinya. Sungguh sangat rumit! Bisakah biarkan orang2 generasi sekarang tunggu sampai pada mati dan kita coba nanam bibit2 baru. Revolusi kebudayaan! Atau pergi saja dari negeri tercinta ini kalau samasekali tidak bisa berubah dan tidak akan bisa berubah? Berat juga yah? Atau paling tidak kita mulai saja dari diri kita sendiri? Saya lebih baik hidup apa adanya dari pada tidak jujur. Berusaha bekerja keras dengan jujur. Mencari kebahagiaan sendiri. Toh orang2 kaya dengan tidak jujur juga pasti ada limit. Tidak bisa hartanya dibawa mati. Silahkan pilih!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya mengajar di Sekolah Internasional selama 10 tahun. Murid2nya semua anak expatriate. Guru2nya juga asing cuma saya orang Indonesia mengajar Indonesian Studies. Ketika saya pertama kali berikan mereka ujian saya suruh duduknya berjauhan tapi mereka jawab: Untuk apa? Ok lah duduk di tempat masing2. Anehnya mereka samasekali tidak mau lirik kiri kanan lihat pekerjaan temannya alias nyontek. Seorang anak menyerahkan kertas ujiannya. Tapi ketika saya periksa masih banyak yang tidak dijawab. Saya katakan kenapa banyak yang masih kosong? Dia jawab, &#8220;Saya tidak bisa&#8221;. Coba usahakan dijawab yang masih kosong. Saya berikan kembali kertas ujian tsb. dan saya perhatikan anak itu samasekali tidak berusaha melihat kiri kanan padahal dekat sekali. Saya tahu dia berfikir keras untuk bisa menjawab ujian tsb. Selang beberapa waktu dia berikan lagi kertas ujiannya. Lo masih banyak yang kosong? Dia jawab tidak bisa pak. Rupanya nyontek seperti haram baginya. Begitupun dicontek adalah dianggap pencurian alias haram dan akan sangat marah. Baginya lebih baik tidak lulus daripada nyontek. Raport sekolah asing ada dua kolom yaitu &#8220;academic grade&#8221; dan &#8220;effort grade&#8221;. Saya berikan effort gradenya tinggi dan academic grade sesuai nilai dia.<br />
Susah juga menghilangkan nyontek karena ini multidimensi. Tapi kalau tidak bisa hilang pasti akan tereflesikan terus nanti kalau anak-anak sudah besar &#8220;KORUPSI&#8221; alias mencuri. Guru2nya, muridnya, mentalnya, manusia sekelilingnya, atmosphirnya, agamanya (kalau percaya lu) banyak yang beragama tapi hanya KTP. Saya tidak tahu solusinya. Sungguh sangat rumit! Bisakah biarkan orang2 generasi sekarang tunggu sampai pada mati dan kita coba nanam bibit2 baru. Revolusi kebudayaan! Atau pergi saja dari negeri tercinta ini kalau samasekali tidak bisa berubah dan tidak akan bisa berubah? Berat juga yah? Atau paling tidak kita mulai saja dari diri kita sendiri? Saya lebih baik hidup apa adanya dari pada tidak jujur. Berusaha bekerja keras dengan jujur. Mencari kebahagiaan sendiri. Toh orang2 kaya dengan tidak jujur juga pasti ada limit. Tidak bisa hartanya dibawa mati. Silahkan pilih!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: banglul</title>
		<link>http://dianherlinawati.com/2008/10/05/kegiatan-nyontek-di-kelas/comment-page-1/#comment-39</link>
		<dc:creator>banglul</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Oct 2008 13:36:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dianherlinawati.co.cc/?p=38#comment-39</guid>
		<description>wah nyontekk yahh, hhmmm ga usah nyontek deh, mending kerjasama ajah sama temen bikin contekan trus nyonteknya rame&quot;
hihihihi

wah salam kenal sebelumnya :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah nyontekk yahh, hhmmm ga usah nyontek deh, mending kerjasama ajah sama temen bikin contekan trus nyonteknya rame&#8221;<br />
hihihihi</p>
<p>wah salam kenal sebelumnya <img src='http://dianherlinawati.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Sulae</title>
		<link>http://dianherlinawati.com/2008/10/05/kegiatan-nyontek-di-kelas/comment-page-1/#comment-38</link>
		<dc:creator>Sulae</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Oct 2008 14:57:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dianherlinawati.co.cc/?p=38#comment-38</guid>
		<description>Yaahh sebenarnya nyontek itu gak selamanya gak baik...hehehe asal nyonteknya jangan nyontek buta...alias tulis semua jawaban temen... Cara nyontek yang bener, harusnya contekan temen dijadikan referensi aja...hehehehe

Saya selau begitu kalo nyontek...hahahahaha (malah tiap kali ujian nyontek terus,,,wkwkwkwkw)

kabur aah sebelum pemilik blognya marah....hehehehe</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Yaahh sebenarnya nyontek itu gak selamanya gak baik&#8230;hehehe asal nyonteknya jangan nyontek buta&#8230;alias tulis semua jawaban temen&#8230; Cara nyontek yang bener, harusnya contekan temen dijadikan referensi aja&#8230;hehehehe</p>
<p>Saya selau begitu kalo nyontek&#8230;hahahahaha (malah tiap kali ujian nyontek terus,,,wkwkwkwkw)</p>
<p>kabur aah sebelum pemilik blognya marah&#8230;.hehehehe</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: erwin</title>
		<link>http://dianherlinawati.com/2008/10/05/kegiatan-nyontek-di-kelas/comment-page-1/#comment-37</link>
		<dc:creator>erwin</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Oct 2008 06:36:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dianherlinawati.co.cc/?p=38#comment-37</guid>
		<description>jadi ingat waktu jaman skul dulu nie..wkwkwk</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>jadi ingat waktu jaman skul dulu nie..wkwkwk</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

